Insentif Film AS Diproyeksi Tambah Rp 4.407 Triliun ke Ekonomi hingga 2035
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemberian insentif federal AS untuk produksi film dan televisi diproyeksikan menambah Rp 4.407 triliun ke perekonomian hingga 2035. Studi konsultan Olsberg SPI untuk Motion Picture Association (MPA) memperkirakan kontribusi USD 249,1 miliar (asumsi kurs Rp 17.700) dan penciptaan 143.500 lapangan kerja penuh waktu. Insentif ini didanai melalui kredit pajak transferable sebesar 20% serta dukungan tambahan untuk film independen dan produksi di wilayah bencana alam.
Proyeksi ini menjadi bagian dari kampanye industri perfilman AS untuk mendorong pengesahan Motion Picture, Television and Entertainment Revitalization Act. MPA, serikat pekerja Hollywood, dan pihak terkait mendorong kebijakan ini sebagai respons terhadap kompetisi internasional, terutama dari Inggris dan Australia yang menawarkan pajak rendah dan nilai tukar menguntungkan. Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungannya, menilai kebijakan ini dapat menarik produksi kembali ke AS.
Meski proyeksi positif, dampak sebenarnya masih diperdebatkan. Beberapa lembaga seperti Mackinac Center, Tax Foundation, dan Mercatus Center menemukan insentif serupa di tingkat negara bagian tidak selalu memberikan imbal hasil yang sebanding dengan biaya atau dampak jangka panjang pada lapangan kerja.
Bagikan
Berita terkait
Sinar Mas Land dan Kemenekraf Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif di KEK ETKI Banten
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 22.10
AI Jadi Senjata Baru UMKM Indonesia Menembus Pasar Global
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 15.59
YE Live In Jakarta 2026 Tarik Wisman dan Gerakkan Ekonomi Kreatif
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.16
Industri Ikan Hias Tumbuh, Produsen Lokal Garap Pasar Akuarium Premium
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 15.05