Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Insentif Film AS Diproyeksi Tambah Rp 4.407 Triliun ke Ekonomi hingga 2035

Pemberian insentif federal AS untuk produksi film dan televisi diproyeksikan menambah Rp 4.407 triliun ke perekonomian hingga 2035. Studi konsultan Olsberg SPI untuk Motion Picture Association (MPA) memperkirakan kontribusi USD 249,1 miliar (asumsi kurs Rp 17.700) dan penciptaan 143.500 lapangan kerja penuh waktu. Insentif ini didanai melalui kredit pajak transferable sebesar 20% serta dukungan tambahan untuk film independen dan produksi di wilayah bencana alam.

Proyeksi ini menjadi bagian dari kampanye industri perfilman AS untuk mendorong pengesahan Motion Picture, Television and Entertainment Revitalization Act. MPA, serikat pekerja Hollywood, dan pihak terkait mendorong kebijakan ini sebagai respons terhadap kompetisi internasional, terutama dari Inggris dan Australia yang menawarkan pajak rendah dan nilai tukar menguntungkan. Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungannya, menilai kebijakan ini dapat menarik produksi kembali ke AS.

Meski proyeksi positif, dampak sebenarnya masih diperdebatkan. Beberapa lembaga seperti Mackinac Center, Tax Foundation, dan Mercatus Center menemukan insentif serupa di tingkat negara bagian tidak selalu memberikan imbal hasil yang sebanding dengan biaya atau dampak jangka panjang pada lapangan kerja.

Berita terkait