Investor JELI Kena Prank, Antrean Jual 68 Juta Lot Bikin Panic Selling
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Saham produsen jelly PT Niramas Utama Tbk. (JELI) mengalami kejadian tidak wajar pada 30 Juli 2026, ketika muncul antrean penawaran jual sekitar 68 juta lot. Jumlah itu jauh melebihi total saham tercatat perusahaan yang hanya 12,66 juta lot dan saham beredar di publik sebanyak 2,66 juta lot. Kondisi ini memicu panic selling sehingga harga saham JELI bergerak tidak terkendali, termasuk pelemahan 8,27% pada 29 Juli 2026 ke Rp610 dan berlanjut 0,82% keesokan harinya.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan kejadian itu bukan akibat gangguan sistem bursa, serangan siber, maupun glitch teknis. Penelusuran awal menunjukkan adanya kesalahan pada sistem Anggota Bursa (AB) yang menyebabkan munculnya penawaran jual dalam jumlah jauh melampaui jumlah saham tercatat JELI. Masalah sistem AB tersebut masih dalam penanganan BEI.
PT Niramas Utama menegaskan kejadian itu hanya berdampak pada persepsi pasar dan tidak memengaruhi aktivitas operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha. Perusahaan menyatakan fundamental bisnis tetap terjaga dan akan terus berkoordinasi dengan regulator untuk memastikan penyelesaian masalah berjalan baik.
Bagikan
Berita terkait
IHSG Melemah 3,09 Persen Sepekan, Parkir di Level 6.241 pada Akhir September
JawaPos · 27 September 2026 pukul 11.45
IHSG Berpotensi Lanjut Menguat Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham CUAN, EMAS, INDY, dan VKTR
JawaPos · 24 September 2026 pukul 08.00
IHSG Sesi I Turun 0,27%, Saham BYAN Jadi Beban
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 12.38
IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi, Cek Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Hari Ini
JawaPos · 15 September 2026 pukul 08.01