James Riady: Indonesia Bukan Kekurangan Destinasi Wisata, tetapi Perlu Konversi Potensi Jadi Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

James Riady, wakil ketua Kadin, menyatakan Indonesia tidak kekurangan aset pariwisata, melainkan perlu mengubah potensi alam dan budaya menjadi ekonomi. Tantangan utama adalah konversi kekayaan alam (pantai, gunung, budaya) menjadi aksesibilitas, pengalaman menarik, dan aktivitas ekonomi yang menghasilkan kunjungan, belanja, investasi, dan lapangan kerja. Beberapa negara berhasil membangun ekosistem lengkap di sekitar destinasi, termasuk transportasi, hotel, dan promosi digital. Pariwisata menjadi salah satu tiga sektor utama yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia, bersama AI, teknologi, dan perumahan. Pengalaman wisata urban di Jakarta menunjukkan perubahan perilaku wisatawan yang dipengaruhi media sosial seperti TikTok dan Instagram. Labuan Bajo contoh destinasi yang berkembang menjadi bahari internasional, tetapi memerlukan infrastruktur tambahan seperti hotel, bandara, dan marina. Pengembangan pariwisata harus berbasis daerah, bukan hanya Jakarta dan Bali, seperti Sumatera Barat dan Papua Tengah. Setiap hotel atau restoran dapat menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan rantai ekonomi lokal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 18.00
James Riady Ungkap Tantangan Pariwisata RI: Bukan Kurang Destinasi, tapi Ini Masalahnya
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 10.37
8,98 Juta Wisatawan Mancanegara Kunjungi Indonesia Periode Januari-Juli 2026
Detik.com · 11 September 2026 pukul 07.05
Refleksi Setahun Purbaya Jadi Menkeu: Harusnya Kita Bisa Tumbuh Lebih Cepat
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 00.45
Gelontorkan Rp 100 Juta per Titik, Pemkab Bantul Garap Infrastruktur Padat Karya
Berita terkait
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28%, Ini Penopangnya
Detik.com · 10 September 2026 pukul 08.30
Infrastruktur Tol Buka Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru di Berbagai Koridor
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 20.57
Vietnam Tunda Proyek Jumbo Kereta Cepat Hanoi-Ho Chi Minh Senilai USD 67 Miliar
kumparan · 9 September 2026 pukul 15.16
5 Negara Pemilik Kereta Bawah Tanah Terpanjang di Dunia
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 08.00