Jepang Dilanda Inflasi Tertinggi Tahun Ini, Harga Energi Menggila
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Inflasi Jepang mencapai 1,9% secara tahunan pada Juli 2026, menjadi level tertinggi sepanjang tahun ini. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah dan Iran, sekaligus tekanan inflasi grosir yang mencapai 7,2%. Harga makanan segar juga naik tajam 7% yoy, jauh di atas 3,9% pada Juni sebelumnya. Inflasi inti, yang masih memperhitungkan energi, berada di 1,8% sesuai ekspektasi pasar. Pemerintah Jepang telah memberikan subsidi energi untuk menahan dampaknya pada masyarakat. Bank of Japan (BOJ) memperkirakan inflasi inti dapat melebihi 2% pada paruh kedua 2026, dengan faktor dorong berupa kenaikan upah, harga minyak mentah, dan pelemahan yen. Analis State Street IM memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga BOJ pada September 2026. Namun, tekanan inflasi diperkirakan merosot kembali ke 2% jika harga minyak turun. Harga pangan, khususnya beras, menjadi perhatian terpisah setelah sebelumnya menyebabkan krisis politik.
Bagikan
Berita terkait
Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi Sejak 1995
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 04.30
Inflasi Zona Eropa Memanas Jadi 3,8%, Tertinggi dalam 3 Tahun Terakhir
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 20.53
BPS Ungkap Makanan & Transportasi Picu Inflasi September 2026
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 13.40
Inflasi September Tembus 3,28 Persen, Kelompok Makanan dan Minuman Beri Andil Besar
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 11.39