Jepitan Ganda UMKM RI: Biaya Bahan Baku Naik, Pasar Dikuasai Impor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321709/original/060803200_1786498575-2fe7d178-9ea2-4686-bcac-a878f9a8e958.jpeg)
Sektor UMKM Indonesia tengah menghadapi tekanan ganda akibat kenaikan biaya bahan baku impor dan persaingan pasar yang dikuasai oleh barang jadi dari luar negeri. Isu ini disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam UMKM Finance Summit 2026, di mana ia menekankan perlunya perlindungan pasar domestik agar bantuan pemerintah tidak sia-sia. Data BPS tahun 2025 menunjukkan total impor Indonesia mencapai US$241,86 miliar, dengan 70% atau US$169,30 miliar berasal dari bahan baku dan penolong. Impor bahan baku olahan mencapai US$77,63 miliar, sementara barang modal dan perlengkapan mesin sebesar US$34,61 miliar. Di sisi lain, impor barang konsumsi sebesar US$22,42 miliar langsung menyaingi produk UMKM di pasar domestik.", "tags": ["umkm", "impor", "biaya bahan baku", "pasar domestik", "kebijakan pemerintah"]
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Ingin Diaspora Tak Lagi Dihadapkan pada Pilihan Karier atau Indonesia
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 22.31
Zidane Jadi Pelatih Prancis Malah Disorot karena Islam, Pemerintah Ikut Membela
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 22.22
Harga Emas Alami Fluktuasi Dalam Sepekan
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 22.15
Kemenhub Periksa Fasilitas Bandara hingga Operasional Penerbangan Setelah Gempa NTT
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 22.07