Jepitan Ganda UMKM RI: Biaya Bahan Baku Naik, Pasar Dikuasai Impor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321709/original/060803200_1786498575-2fe7d178-9ea2-4686-bcac-a878f9a8e958.jpeg)
Sektor UMKM Indonesia tengah menghadapi tekanan ganda akibat kenaikan biaya bahan baku impor dan persaingan pasar yang dikuasai oleh barang jadi dari luar negeri. Isu ini disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam UMKM Finance Summit 2026, di mana ia menekankan perlunya perlindungan pasar domestik agar bantuan pemerintah tidak sia-sia. Data BPS tahun 2025 menunjukkan total impor Indonesia mencapai US$241,86 miliar, dengan 70% atau US$169,30 miliar berasal dari bahan baku dan penolong. Impor bahan baku olahan mencapai US$77,63 miliar, sementara barang modal dan perlengkapan mesin sebesar US$34,61 miliar. Di sisi lain, impor barang konsumsi sebesar US$22,42 miliar langsung menyaingi produk UMKM di pasar domestik.", "tags": ["umkm", "impor", "biaya bahan baku", "pasar domestik", "kebijakan pemerintah"]
Bagikan
Berita terkait
Jokowi: 'Kenapa Baru Sekarang? Iya Suka-Suka Saya Dong!'
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 00.02
PSI Umumkan Jokowi Sudah Resmi Jadi Kadernya, Pengamat: Psywar untuk Parpol Koalisi Prabowo di DPR
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 00.00
Pendaftaran Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 3 Dibuka 28 September 2026
Liputan6.com · 27 September 2026 pukul 23.19
Dividen Coca-Cola Jadi Mesin Uang Berkshire Hathaway, Cuan Capai US$848 Juta
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 23.09