Jokowi Bisa Tinggalkan PDIP, Bisakah Dedi Mulyadi Lepas dari Bayang-bayang Prabowo?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik Adi Prayitno membandingkan dinamika politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menjelang Pilpres 2029. Pada Pilpres 2024, Jokowi berani memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran meski masih menjadi kader PDIP yang mendukung Ganjar Pranowo. Hal ini, menurut Adi, menunjukkan keberanian Jokowi saat itu karena ia masih sebagai Presiden RI yang berada di posisi tegak lurus dengan partainya sendiri.
Sedangkan Dedi Mulyadi saat ini berada dalam posisi yang berbeda. Sebagai Gubernur Jawa Barat dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, posisinya berada di bawah komando langsung Prabowo Subianto yang kini menjadi Presiden RI dan Ketua Umum Gerindra. Karena strukturnya berada di bawah Prabowo, Adi mempertanyakan apakah Dedi Mulyadi memiliki kemampuan dan keberanian untuk bersaing langsung melawan Prabowo dalam Pilpres 2029.
Adi menekankan bahwa perbedaan posisi ini menciptakan pertanyaan signifikan mengenai komitmen dan keberanian politik Dedi Mulyadi jika terlibat dalam kontestasi pemilu mendatang, terutama mengingat tekanan politik yang mungkin timbul dari konflik kepentingan antara perannya sebagai pejabat eksekutif dan kader partai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 11.12
Kata Dedi Mulyadi soal Isu Duet Gibran di Pilpres 2029
Berita terkait
Dedi Mulyadi Disebut Mustahil Lawan Prabowo di 2029
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 19.20
Dedi Mulyadi Tak Bisa Jadi Capres 2029, Pengamat Ungkap Hambatan Besar
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 18.59
Poros Solo-Cikeas Siap Head to Head Lawan Prabowo di 2029?
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 15.40
Dedi Mulyadi Disebut Bakal Merapat ke PSI
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 19.20