Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Jokowi Bisa Tinggalkan PDIP, Bisakah Dedi Mulyadi Lepas dari Bayang-bayang Prabowo?

Pengamat politik Adi Prayitno membandingkan dinamika politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menjelang Pilpres 2029. Pada Pilpres 2024, Jokowi berani memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran meski masih menjadi kader PDIP yang mendukung Ganjar Pranowo. Hal ini, menurut Adi, menunjukkan keberanian Jokowi saat itu karena ia masih sebagai Presiden RI yang berada di posisi tegak lurus dengan partainya sendiri.

Sedangkan Dedi Mulyadi saat ini berada dalam posisi yang berbeda. Sebagai Gubernur Jawa Barat dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, posisinya berada di bawah komando langsung Prabowo Subianto yang kini menjadi Presiden RI dan Ketua Umum Gerindra. Karena strukturnya berada di bawah Prabowo, Adi mempertanyakan apakah Dedi Mulyadi memiliki kemampuan dan keberanian untuk bersaing langsung melawan Prabowo dalam Pilpres 2029.

Adi menekankan bahwa perbedaan posisi ini menciptakan pertanyaan signifikan mengenai komitmen dan keberanian politik Dedi Mulyadi jika terlibat dalam kontestasi pemilu mendatang, terutama mengingat tekanan politik yang mungkin timbul dari konflik kepentingan antara perannya sebagai pejabat eksekutif dan kader partai.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait