Jokowi: Jangan Suka Mendahului, Kadang Itu Bisa Menyakiti Orang Lain
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan tentang pentingnya mengendalikan diri agar tidak selalu mendahului orang lain. Dalam sebuah pernyataan, ia mengutip filosofi Jawa "Lamun siro banter, ojo disik-disiki" yang berarti jika seseorang mampu bergerak lebih cepat, tidak perlu terus-menerus mendahului. Menurutnya, tindakan mendahului dapat membuat orang di belakang merasa tersakiti atau tidak dihargai. Jokowi menekankan bahwa keunggulan tidak perlu ditunjukkan hanya untuk mendapatkan pengakuan, dan seseorang yang mampu cepat tidak harus selalu memperlihatkan kecepatannya.
Pesan ini disampaikan dalam konteks umum tentang pengendalian diri dalam kehidupan sosial, tanpa mengarah pada sosok spesifik. Namun, baru-baru ini Jokowi sempat menjadi sorotan akibat pernyataan kontroversial dari Ketum Projo Budi Arie. Budi Arie mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029, dan membandingkan kemungkinan ini dengan situasi menjelang perubahan besar pada akhir Orde Baru. Ia menyebutkan adanya potensi "patahan sejarah" akibat keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi.
Jokowi tidak secara langsung merespons pernyataan Budi Arie, tetapi pesannya tentang tidak mendahului dan mengendalikan diri dapat dianggap relevan sebagai respons tidak langsung terhadap dinamika politik yang sedang berkembang.
Bagikan
Berita terkait
Farhat Abbas Usul Duet Gibran-Dedi Mulyadi di Hadapan Jokowi, Said Didu Mengendus Begini
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 00.40
'Jokowi Durasinya Sudah Habis' Eks Menteri Desak Prabowo Tegas Usai Heboh Pemilu 2029 Dipercepat
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 14.30
Usai Huru-hara Pemilu 2029 Dipercepat, Jokowi Minta Relawan Totalitas ke Prabowo-Gibran
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 10.30
Usai Ribut soal Pemilu 2029 Dipercepat, Jokowi Minta Relawan Totalitas ke Prabowo-Gibran
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 10.30