Jokowi: Politik Boleh Beda, Jangan Jadi Ajang Hinaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Presiden Joko Widodo menyampaikan kekhawatirannya terkait sikap orang yang belum matang secara ilmu namun merasa paling pintar, sekaligus mengkritik perdebatan publik yang semakin tidak sopan. Dalam peringatan Maulidurrasul dan Haul ke-8 KH Musyaffa’ Ali di Ponpes Al Falah, Kebumen, Jokowi mengamati bahwa banyak perdebatan di televisi hanya mengedepankan kepandaian berbicara, bukan gagasan yang konstruktif. Ia menyoroti fenomena orang yang belum berpengalaman sudah bertingkah seperti ahli, bahkan mengklaim kepintaran tanpa bukti nyata. Menurutnya, mereka yang berilmu seharusya memberikan contoh dengan tutur kata yang baik, terutama saat berbicara di depan jutaan penonton. Jokowi juga mempertanyakan hilangnya nilai sopan santun dan adat ketimuran dalam berpendapat, lalu menekankan bahwa perbedaan pandangan politik adalah hal wajar, namun tidak boleh menjadi alasan untuk menyimpan hinaan atau fitnah. Ia menegaskan bahwa dirinya pun pernah menerima banyak fitnah dan cacian, tetapi tetap menyikapinya sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang wajar.
Bagikan
Berita terkait
Pengamat: Jangan Tangkap Budi Arie, Itu Bukan Makar
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 10.30
Amien Rais Sebut Musuh Prabowo adalah Jokowi, 3 Pejabat Ini Tak Boleh Dipertahankan
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 10.10
Jokowi Klarifikasi: Dukungan ke Prabowo–Gibran Bukan Sekadar Satu Periode
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 06.55
Usai Nongol Bareng Budi Arie yang Bicara Percepatan Pemilu, Jokowi Minta Prabowo-Gibran Dua Periode!
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 18.41