Jurusan Pembuatan Konten Bermunculan di Inggris, Bisa Jadi Bekal Bangun Bisnis?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408404/original/047447100_1762773374-vitaly-gariev-F9gWctom-pI-unsplash.jpg)
Era digital mendorong munculnya jurusan pembuatan konten di universitas Inggris seperti Nottingham Trent University (diluncurkan 2022) dan University of Brighton. Mahasiswa belajar membuat konten untuk Instagram, TikTok, YouTube, membangun pengikut, menjalin hubungan dengan brand, serta monetisasi. Lulusan seperti Destiny McGowan (21) mengklaim mendapat pendapatan dari konten dan akses teknologi serta jaringan industri. Namun, biaya jurusan tiga tahun mencapai Rp 232,8 juta per tahun untuk mahasiswa Inggris Raya, memicu keberatan praktisi seperti Knightenator (31) yang merasa gelar tidak relevan dengan kebutuhan perusahaan. Sementara itu, Aiesha Beasley (36) berpendapat jurusan ini membantu membangun pemikiran bisnis untuk mengubah hobi menjadi bisnis. Menurut laporan, YouTube creator memberikan 2,2 miliar pound sterling (Rp 52,3 triliun) keperekayaan Inggris Raya, sementara satu dari tiga orang AS usia 18-30 tahun ingin menjadi influencer.
Bagikan
Berita terkait
FOTO: Menembus Tabu Kematian, UMKM Kain Kafan Tumbuh di Era Digital
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.00
Pergeseran Kekuatan Akademik, Tsinghua Tiongkok Salip Kampus Terbaik Eropa di Ranking Dunia
JawaPos · 30 September 2026 pukul 13.01
42 Universitas Terbaik Indonesia Masuk Peringkat THE WUR 2027, Ada Kampusmu?
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 12.57
1.500 Teknisi HP Adu Keahlian, Pemerintah Dorong Sertifikasi
Detik.com · 30 September 2026 pukul 10.45