Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Kabut Asap Mulai Ganggu Sekolah, Kaltim Liburkan Siswa tapi MBG Tetap Jalan

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas pendidikan di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Timur (Kaltim) dan Batam, Kepulauan Riau. Di Kaltim, Gubernur Rudy Mas'ud memutuskan untuk meliburkan sementara pembelajaran tatap muka karena mas masih terdapat sisa asap akibat karhutla. Meskipun kondisi dinilai masih aman, anak sekolah diminta tidak mengikuti pembelajaran tatap muka dan diberi masker saat beraktivitas di luar. Namun, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dijadikan prioritas dan diharapkan tetap berjalan di seluruh wilayah provinsi tersebut.

Sementara itu, di Batam, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan mengumumkan kebijakan mengubah pembelajaran tatap muka menjadi belajar dari rumah (BDR) setelah kualitas udara masuk kategori tidak sehat. Kebijaran ini berlaku untuk jenjang PAUD hingga SMP dan mulai diterapkan pada 16 September 2026. Keputusan ini diambil setelah Indeks Kualitas Udara (AQI) di Batam mencapai 154, yang masuk kategori tidak sehat. Pemerintah belum menetapkan batas waktu pasti akhir BDR dan akan menyesuaikan dengan perkembangan kualitas udara.

Kedua kebijaran tersebut menunjukkan dampak luas kabut asap terhadap aktivitas sekolah, bahkan di luar wilayah yang menjadi lokasi kebakaran langsung. Pemerintah daerah diharuskan menyesuaikan kebijakannya dengan kondisi kualitas udara setempat untuk melindungi kesehatan siswa dan tetap menjaga keberlangsungan proses pendidikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait