Kemenhub Audit Sistem Manajemen Keselamatan usai Kebakaran KMP Mutiara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengaudit sistem manajemen keselamatan operator Kapal Motor Pesiar (KMP) Mutiara Sentosa II setelah kebakaran yang terjadi di perairan Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu (2/8) pagi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyurati dan memanggil operator PT Atosim Lampung Pelayaran terkait audit tersebut. Untuk proses evakuasi korban, Kemenhub mengerahkan Kapal Negara Patroli KN Grantin P.211 dan Kapal Negara Kenavigasian KN Masalembo. Hingga Selasa (4/8), sebanyak 238 korban berhasil dievakuasi, dengan 233 orang selamat dan 5 orang meninggal dunia.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan pelayaran yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Operator kapal wajib memastikan proses pemuatan penumpang, kendaraan, dan barang dilakukan sesuai prosedur keselamatan, termasuk mencegah pembongkaran barang berbahaya atau mudah terbakar. Pengguna jasa transportasi laut juga diminta memberikan informasi yang benar mengenai barang bawaan dan tidak membawa barang berbahaya. Kemenhub menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan oleh semua pihak adalah kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut.
Bagikan
Berita terkait
2 Kapal Terbakar, DPR Minta Kemenhub Tidak Bekerja Reaktif pada saat Kecelakaan saja
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 01.14
Menhub Dudy Sebut Insiden KMP Mutiara Sentosa jadi Evaluasi Menyeluruh
JPNN.com · 5 Agustus 2026 pukul 00.35
Kecelakaan Kapal Terus Berulang, Waka Komisi V DPR: Indikator Rapuhnya Keselamatan Pelayaran Nasional
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 11.31
Akses Longsor Terbuka, Pencarian Korban Gempa NTT Diperluas
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 14.45