Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kemenhub Periksa Fasilitas Bandara hingga Operasional Penerbangan Setelah Gempa NTT

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memeriksa fasilitas dan operasional lima bandara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa. Berdasarkan data InaTEWS BMKG, gempa utama berkekuatan magnitudo 7,0 terjadi pukul 05.58 WITA, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa susulan magnitudo 6,2 tercatat pukul 06.13 WITA di laut sekitar 46 kilometer timur laut Labuan Bajo. Lima bandara yang terdampak adalah Bandara Komodo-Labuan Bajo, Bandara H. Hasan Aroeboesman-Ende, Bandara Umbu Mehang Kunda-Waingapu, Bandara Frans Sales Lega-Ruteng, dan Bandara Soa-Bajawa.

Kerusakan yang dilaporkan meliputi retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung. Di Bandara Soa-Bajawa, terdapat kerusakan sedang pada landasan pacu (runway) dan sejumlah bangunan. Lima unit pelayanan navigasi penerbangan juga terdampak, yaitu Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng. Seluruh personel navigasi dilaporkan selamat. Di lokasi dengan kerusakan gedung menara, pelayanan dialihkan ke tempat yang aman dan rencana darurat disiapkan.

Ditjen Perhubungan Udara menempatkan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama. Pemeriksaan fasilitas terus dilakukan, termasuk kesiapan pengiriman bantuan melalui skema Get Airport Ready for Disaster (GARD). Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pengelola bandara serta maskapai. Informasi terkini akan disampaikan setelah asesmen terbaru selesai.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait