Kemenkeu: Tantangan RI bukan volume investasi tapi produktivitas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Keuangan menyatakan bahwa tantangan utama pertumbuhan ekonomi Indonesia bukan terletak pada volume investasi, melainkan pada peningkatan produktivitas dan efisiensi modal. Investasi besar tidak cukup jika tidak menghasilkan nilai tambah ekonomi yang signifikan. Saat ini, Indonesia masih menghadapi kendala struktural seperti kesenjangan keterampilan, tingginya sektor informal, biaya keuangan yang mahal, serta regulasi pasar tenaga kerja yang kurang terprediksi.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong penguatan sektor manufaktur sebagai mesin utama produktivitas, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja formal. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan nilai tambah domestik, penguatan teknologi, dan diversifikasi pasar. Target utamanya adalah meningkatkan investasi dan ekspor, mengurangi ketergantungan impor strategis, serta menciptakan lapangan kerja layak melalui efisiensi investasi dan peningkatan total factor productivity.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 22.23
OJK Ungkap Industri Manufaktur RI Lesu Lagi, PMI Turun ke 49,8
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 13.03
Kas Terbatas, Purbaya Seleksi Usulan Tambahan Anggaran Kementerian
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.13
Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$146,5 M per Agustus 2026
Berita terkait
Video: Kemenkeu dan LPS Bagi Ilmu, Pelajar Lampung Belajar Investasi
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 17.38
Tantangan Ekonomi 2026: Transformasi Manufaktur dan Literasi Finansial Jadi Kunci Pertumbuhan
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.15
Video: Menuju Ekonomi 8%,Pemerintah Harus Perkuat Kepercayaan Investor
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 14.25
Purbaya Pede Ekonomi RI Bisa Tumbuh ke 6% Tahun Ini
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 16.52