Kemenperin Soroti Krisis Regenerasi, 26 Ribu Perajin Batik Hilang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri batik Indonesia mengalami penurunan perajin sekitar 20% dari 131 ribu menjadi 105 ribu orang dalam periode 2019-2023. Kemenperin menyoroti krisis regenerasi perajin batik akibat meningkatnya penggunaan batik di segmen luas serta persaingan dengan kain printing motif serupa yang lebih murah. Faisol Riza menekankan pentingnya edukasi batik berbasis proses, keterampilan tangan, dan nilai budaya, bukan hanya motif. Pemerintah mendorong diversifikasi produk IKM batik ke fesyen siap pakai, aksesori, dan kriya serta standardisasi melalui Batikmark untuk membedakan batik autentik. Pameran Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya menjadi platform untuk menyebarkan pengetahuan dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Ekspor Batik Indonesia Naik, Kemenperin Soroti Tantangan Daya Saing IKM
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 20.14
Kajian Bappenas-InJourney, MotoGP Mandalika Beri Dampak Ekonomi Rp 4,7 T
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 10.05
Tutup Kriyanusa 2026, Mendagri: Potensi Kerajinan Indonesia Luar Biasa
Detik.com · 30 September 2026 pukul 21.20
Mendagri Tito Puji Potensi Kerajinan Indonesia Saat Tutup Kriyanusa 2026
kumparan · 30 September 2026 pukul 21.07