Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kementan-Pemda Percepat Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana Aceh

Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung pemulihan sektor pertanian dan perkebunan di Aceh pasca bencana hidrometeorologi dengan total alokasi dana sebesar Rp1,7 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp530 miliar disalurkan langsung ke daerah untuk optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah melalui dana Tugas Pembantuan, sementara sisanya senilai Rp1,2 triliun dikelola melalui satker pusat dan balai di bawah Kementan untuk alat mesin pertanian, bibit padi, jagung, dan komoditas lainnya. Hingga kini, realisasi dari dana Rp530 miliar baru mencapai 48 persen, meskipun seharusnya sudah selesai pada Juni. Keterlambatan ini disebabkan oleh lambatnya usulan penetapan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dari pemerintah daerah, yang diperlukan untuk pencairan anggaran.

Kementan menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah Aceh guna mempercepat realisasi anggaran. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga mengalokasikan dana pribadi sebesar Rp40 miliar sebagai bantuan awal untuk masyarakat Aceh. Gubernur Aceh Muzakir Manaf sebelumnya menyampaikan apresiasi atas dukungan ini melalui pertemuan langsung dengan Menteri Pertanian di Jakarta. Dengan waktu tersisa hanya empat bulan, Kementan mengimbau seluruh pihak untuk mempercepat pemanfaatan anggaran agar tidak dikembalikan ke kas negara.

Sisa anggaran sebesar Rp1,1 triliun masih perlu segera terealisasi, mengingat serapan baru mencapai 25 persen. Kementan menekankan bahwa seluruh program ini ditujukan khusus untuk masyarakat Aceh dan membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan petani secepatnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait