Kementan Turun Tangan Atasi Isu Penyakit dan Pakan Babi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4103753/original/099722900_1658982826-babi.jpg)
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) menyelenggarakan pertemuan di Bali untuk membahas tata niaga, kesehatan ternak, produktivitas, dan kepastian usaha peternakan babi. Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner I Ketut Wirata menegaskan respons pemerintah terhadap berbagai kendala industri babi, termasuk stabilitas harga, penyakit, biaya pakan, regulasi lokal, dan dampak sosial-lingkungan. Fokus utama pada 2026 adalah pengendalian African Swine Fever (ASF) melalui vaksinasi, biosekuriti, dan surveilans. Kementan juga berencana koordinasi stabilisasi pasokan pakan, perbaikan genetik, serta melibatkan BUMN pangan dan Bulog dalam penyerapan hasil peternakan.
Bagikan
Berita terkait
Tersedia 3.000 Dosis Vaksin Rabies Gratis, Cek Syaratnya
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 17.00
Pemprov DKI Jakarta Permudah Akses Layanan Kesehatan Hewan bagi Masyarakat Jakarta
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 18.53
Gofar Bahas Gletser Cair Bikin Spesies 'Mati Suri' Hidup, Apa Kata Peneliti?
Detik.com · 1 September 2026 pukul 15.54
Maju sebagai Ketum PB PDHI, Mirjawal: Ingin Memberikan Manfaat bagi Masyarakat
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 14.20