Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kenapa harga emas turun? Ini 5 penyebab utama dan prospeknya ke depan

Harga emas mengalami penurunan akibat beberapa faktor utama. Pertama, penguatan dolar Amerika Serikat membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor internasional. Kedua, meredanya ketegangan geopolitik global mengurangi permintaan emas sebagai aset pelindung. Ketiga, kenaikan suku bunga acuan, terutama dari Federal Reserve, meningkatkan daya tarik instrumen berbasis bunga seperti obligasi. Keempat, aksi ambil untung investor setelah kenaikan harga sebelumnya. Kelima, kondisi ekonomi global yang stabil mendorong investor beralih ke aset berisiko lebih tinggi.

Namun, prospek harga emas ke depan tetap optimis. Analis dari berbagai lembaga keuangan memproyeksikan kenaikan harga dalam jangka menengah hingga panjang. Deutsche Bank memperkirakan rata-rata harga emas pada 2026 mencapai US$3.700 per ons, Goldman Sachs memproyeksikan hampir US$4.000 per ons pada pertengahan 2026, Bank of America memprediksi US$3.036 per ons pada 2025 dan US$3.350 per ons pada 2026, serta J.P. Morgan menargetkan US$4.000 per ons pada 2026.

Optimisme ini didukung oleh faktor-faktor seperti ketidakpastian ekonomi global, potensi penurunan suku bunga, meningkatnya permintaan aset safe haven, serta risiko geopolitik yang masih ada. Meskipun koreksi jangka pendek mungkin terjadi, emas tetap dianggap sebagai instrumen investasi yang andal untuk jangka panjang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait