Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Kereta Cepat Bikin Rugi, WIKA Senang Saham KCIC Mau Diambil Kemenkeu

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mendukung rencana pemerintah melalui Kementerian Keuangan untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium pemilik 60% saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Saat ini, PSBI dimiliki oleh PT KAI (58,53%), WIKA (33,36%), PT Jasa Marga (7,08%), dan PTPN I (1,03%).

Kepemilikan saham di proyek kereta cepat memberikan tekanan finansial bagi WIKA karena imbal hasil yang negatif. WIKA mencatat kerugian konsolidasi sekitar Rp 1,7 hingga 1,8 triliun per tahun, yang berdampak buruk pada ekuitas dan laporan laba rugi perusahaan. Pengambilalihan oleh pemerintah diharapkan dapat memulihkan kinerja keuangan WIKA pada akhir 2026.

Saat ini, para pemegang saham PSBI sedang melakukan proses uji tuntas (due diligence) dan berkoordinasi dengan Danantara, BP BUMN, serta Kementerian Keuangan. Proses akuisisi saham tersebut masih berlangsung dan menunggu hasil koordinasi antar pemangku kepentingan.

Berita terkait