Kereta Cepat Bikin Rugi, WIKA Senang Saham KCIC Mau Diambil Kemenkeu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mendukung rencana pemerintah melalui Kementerian Keuangan untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium pemilik 60% saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Saat ini, PSBI dimiliki oleh PT KAI (58,53%), WIKA (33,36%), PT Jasa Marga (7,08%), dan PTPN I (1,03%).
Kepemilikan saham di proyek kereta cepat memberikan tekanan finansial bagi WIKA karena imbal hasil yang negatif. WIKA mencatat kerugian konsolidasi sekitar Rp 1,7 hingga 1,8 triliun per tahun, yang berdampak buruk pada ekuitas dan laporan laba rugi perusahaan. Pengambilalihan oleh pemerintah diharapkan dapat memulihkan kinerja keuangan WIKA pada akhir 2026.
Saat ini, para pemegang saham PSBI sedang melakukan proses uji tuntas (due diligence) dan berkoordinasi dengan Danantara, BP BUMN, serta Kementerian Keuangan. Proses akuisisi saham tersebut masih berlangsung dan menunggu hasil koordinasi antar pemangku kepentingan.
Bagikan
Berita terkait
Danantara soal Alih Saham BUMN di KCIC ke Kemenkeu: Rencana September
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 19.31
Bos Danantara: Seluruh Saham KCIC BUMN Bakal Dialihkan ke Kemenkeu
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.05
Danantara Tegaskan Saham BUMN di KCIC Bakal Dialihkan ke Kemenkeu
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 19.51
Alih Saham Kereta Cepat Whoosh dari BUMN ke Kemenkeu Masuk Tahap Akhir
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 13.17