Klub-klub Bola Brasil Terancam Kehilangan Rp 3,4 T Akibat Larangan Sponsor Judol
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Brasil memarak larangan judi online menjelang Pilpres 2022, menimbulkan dilema bagi klub sepak bola. Kebijakan mendadak ini mengancam kehilangan pendapatan sponsor senilai Rp 3,4 triliun atau USD 191 juta per tahun. Menurut laporan ekonom Cesar Grafietti, 34% pendapatan komersial klub berasal dari judi online. Presiden Lula mengklaim larangan diperlukan untuk menekan utang rumah tangga, namun klub khawatir operasional terhenti. Logo situs judi masih menghijau stadion dan jersey tim. Pulaur klub mengirim surat terbuka menolak kebijakan tersebut. Pendapatan klub naik 32% menjadi 14,3 miliar reais, namun utang melonjak 15% menjadi 17,3 miliar reais. Industri keuangan mulai mencari alternatif pendanaan sejak 2021.
Bagikan
Berita terkait
Bandar Judol Mulai Ketar-Ketir Gegara Aturan Baru Pemerintah
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 21.20
Tim Kampanye Lula: Trump Ingin Kuasai Brasil dan Rebut Sumber Daya Alam
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 11.43
Philippe Coutinho Resmi Gabung Santos, Reuni dengan Neymar hingga 2026
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 05.32
Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola, Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 16.10