Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

KNKT Ungkap Temuan Kecelakaan KRL Bekasi: Lampu Sinyal Mirip Lampu Rumah

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan merilis hasil investigasi kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) di Bekasi, Jawa Barat, dalam waktu 3-4 minggu ke depan. Ketua KNKT Soerjono Tjahjono menyatakan bahwa draf final laporan investigasi telah selesai dan saat ini sedang menunggu tanggapan dari pihak terkait seperti Direktorat Jenderal Perkeretaan Api (DJKA), PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Salah satu temuan awal yang diungkapkan adalah masalah pada tampilan lampu sinyal yang dinilai mirip dengan lampu penerangan rumah di bantaran rel, yang dapat menyebabkan kebingungan masinis dalam mengidentifikasi sinyal datar, miring, atau tegak.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan kronologi kecelakaan yang melibatkan dua insiden, termasuk tabrakan parah antara KRL dengan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Insiden dimulai ketika KRL relasi Bekasi-Cikarang menabrak mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Akibatnya, KRL tersebut dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181. Untuk mencegah penyebaran dampak, satu rangkaian KRL lain dengan kode PLB 5568 dihentikan di Stasiun Bekasi Timur, namun KA Argo Bromo Anggrek tidak sempat berhenti sepenuhnya dan akhirnya menabrak KRL yang sedang berhenti.

Kementerian Perhubungan mendukung penuh proses investigasi independen KNKT guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Evakuasi korban dilakukan secara bertahap dan hati-hati dengan dukungan Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur dan penanganan medis intensif. Pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik sesuai hak-hak yang berlaku, sambil melakukan penyesuaian operasional KRL yang sementara hanya sampai Stasiun Bekasi. Pendataan jumlah korban masih berlangsung.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait