Kondisi INKA Tak Baik-baik Saja: Rugi Rp 677 M-Utang Rp 4,7 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mencatatkan kerugian keuangan Rp 677 miliar dengan utang tak berkelanjutan (unsustain loan) sebesar Rp 4,7 triliun. Dony Oskaria, Kepala BP BUMN Danantara, menyatakan kondisi INKA tidak baik-baik saja dan meminta perbaikan kinerja keuangan melalui tata kelola yang kuat, perencanaan komprehensif, dan benchmark ke praktik terbaik industri. Transformasi total diarahkan pada model bisnis, tata kelola, budaya kerja, kualitas produksi, dan sistem operasional dengan peningkatan kualitas produksi sebagai prioritas utama. INKA direncanakan untuk menyusun grand plan transformasi guna mendukung industrialisasi kereta api dan penciptaan lapangan kerja.
Bagikan
Berita terkait
Dorong Pembangunan, Danantara Sorot Hutama Karya sebagai Benchmark
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.30
RMAB dan MNCN Bangun Ekosistem, Bidik Bisnis Digital Makin Besar
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 22.10
Suahasil Nazara Gantikan Purbaya, Bagaimana Nasib Utang Whoosh?
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 18.16
Gimana Nasib Utang Whoosh di Tangan Suahasil? Ini Kata CEO Danantara
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 18.15