Kritik Menohok Akbar Faizal ke Gibran: Cuma Rutin Besuk Korban MBG Tapi Abaikan Bahaya AI, Sesekali Jadilah Berguna!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Politikus senior Akbar Faizal meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk lebih aktif membahas risiko kecerdasan buatan (AI) secara publik. Akbar mengkritik Gibran yang sering mengunjungi korban dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara isu strategis seperti bahaya AI belum dijelaskan secara konkret. Menurut Akbar, penjelasan tentang risiko AI lebih penting dibandingkan rutinitas kunjungan ke korban MBG. Ia juga menuduh Gibran hanya ingin mendapatkan dukungan elektoral melalui aksi tersebut, dan menyebutnya sebagai "agenda jahat". Akbar meminta Gibran untuk lebih fokus pada tanggung jawab strategis sesuai perannya sebagai Wakil Presiden.
Sebelumnya, Gibran pernah menyuarakan pentingnya etika dan nalar kritis dalam penggunaan AI, termasuk isu manipulasi gambar dan suara. Terkait kritik Akbar, Gibran juga telah mengunjungi korban dugaan keracunan MBG dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang tepuh. Pemerintah daerah dan pihak terkait juga telah menjelaskan beberapa informasi yang tidak akurat terkait sikap Gibran terhadap keberlanjutan program MBG.
Akbar menutup pernyataannya dengan seruan agar Gibran "sesekali jadilah berguna" dengan mengambil peran yang lebih substansial sebagai Wakil Presiden, terutama dalam menghadapi isu-isu teknologi dan dampaknya bagi masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Di balik Kunjungan Korban MBG, Akbar Faizal Sentil Gibran Cuma Mau Berburu Poin Politik!
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 10.59
Bisa Berbalik Rugi di 2029, Sentimen Kritik terhadap Jokowi Disebut Bergeser ke Gibran
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 22.49
Gibran Minta MBG Tak Dimakan, Palti Hutabarat: Gak Dibelain Koalisi Sih
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 10.15
Bertolak ke Batang, Gibran Pastikan Investigasi Keracunan MBG Tuntas
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 16.45