Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Kuota LPG 3 Kg Diproyeksikan Jebol, Subsidi Membengkak Rp 7 Triliun

Kuota penyaluran LPG 3 kg tahun 2026 diproyeksikan mencapai 8,677 juta ton, melebihi APBN sebesar 8 juta ton dengan kelebihan 677 ribu ton. Kelebihan ini memicu tambahan beban subsidi negara sekitar Rp 7,65 triliun, sehingga realisasi subsidi LPG 3 kg bisa mencapai Rp 98,1 triliun dari pagu awal Rp 90,4 triliun. Penyaluran sampai Juli 2026 sudah mencapai 5,05 juta ton atau 63,1% dari kuota. Total beban tambahan subsidi energi (LPG, Pertalite, Solar) diperkirakan Rp 11,69 triliun. Harga eceran LPG 3 kg tidak berubah sejak 2007, sementara pendapatan dan jumlah rumah tangga terus bertambah. ESDM memperkuat verifikasi penerima melalui biometrik, namun masih ada dua celah: identitas tidak memfilter kebutuhan, dan 37% konsumsi melalui jalur non-rumah tangga. SUSENAS 2025 menunjukkan hampir semua kelompok ekonomi menggunakan LPG 3 kg, dengan rumah tangga desil 4-10 menikmati 72,5% volume bersubsidi. Untuk mengurangi kelebihan, diperlukan kriteria berbasis data sosial dan listrik, serta penertiban konsumsi non-rumah tangga.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait