Kuota LPG Subsidi Jebol, Pemerintah Siapkan Skema Batasi Konsumsi 'Gas Melon'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4051432/original/040553800_1655116427-gas-3-kg-dipastikan-tidak-akan-naik-ANGGA-1.jpg)
Kementerian ESDM mencatat konsumsi LPG bersubsidi tiga kilogram (kg) sering melebihi kuota yang ditetapkan. Dari 2023-2025, kuota awal diubah naik secara bertahap: 8,0 juta MT menjadi 8,55 juta MT, dengan realisasi masing-masing 8,04, 8,23, dan 8,52 juta MT. Prognosa 2026 mencapai 8,67 juta MT atau 108,46 persen dari APBN. Pemerintah akan mengatur konsumsi LPG 3 kg yang saat ini masih terbuka untuk semua kelas masyarakat. Upaya pembatasan dimulai Maret 2023 dengan pendataan pengguna melalui sistem berbasis web dan kerja sama Pertamina-Dukcapil. Konsumsi LPG nasional mencapai 8,5 juta ton per tahun, tetapi produksi dalam negeri hanya 1,8-1,9 juta ton, membuat 75-80 persen kebutuhan bergantung pada impor yang menghabiskan devisa Rp 120-150 triliun per tahun.
Bagikan
Berita terkait
Resmi! Harga Terbaru LPG 3 Kg, 5,5 Kg dan 12 Kg, Berlaku 24 Agustus 2026
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 08.10
RI Bakal Uji Coba Penggunaan CNG 'Pengganti' LPG 3 Kg Pekan Depan
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 09.00
CNG 3 Kg Bakal Disubsidi, Tapi Biayanya Lebih Hemat 40% dari LPG
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 21.20
CNG Alternatif Pengganti LPG 3 Kg Bakal Diuji Coba Pekan Depan
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 18.35