Kurangi Ketergantungan Impor LPG, Indonesia Harus Membangun Sistem Energi yang Adaptif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia masih sangat bergantung pada impor Liquefied Petroleum Gas (LPG), dengan 80,58 persen kebutuhan nasional—sekitar 8,6 juta ton per tahun—harus dipenuhi melalui impor. Produksi dalam negeri hanya mencapai 1,6 hingga 1,7 juta ton per tahun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa ketergantungan ini tidak berarti Indonesia kekurangan sumber energi, namun menunjukkan pentingnya memperkuat dan mengoptimalkan sumber daya energi lokal. Rantai pasok energi juga dipengaruhi oleh fluktuasi harga global, logistik, dan dinamika perdagangan internasional, sehingga keberagaman sumber dan jalur pasokan diperlukan untuk menjaga ketahanan energi.
Bagikan
Berita terkait
Siap-Siap, Hasil Uji Coba CNG 3 Kg Pengganti LPG Bakal Diumumkan
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.45
Bahlil Ungkap Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Hampir Tuntas
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 21.20
Uji Coba Tahap Akhir, Bahlil Bakal Kenalkan CNG Pengganti LPG Agustus
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 20.48
Uji Coba CNG 3 Kg Pengganti LPG Rampung, Pemerintah Siapkan Skema Distribusi
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 19.33