Laba Bersih BSI Tembus Rp 4,16 Triliun di Semester I 2026, Naik 11 Persen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,16 triliun pada semester I 2026, naik 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan bahwa penguatan teknologi dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis dan meningkatkan pengalaman nasabah. Hingga Juni 2026, jumlah nasabah BSI mencapai 24,3 juta, tercatat sebagai tertinggi dalam sejarah perseroan. Sejak transformasi teknologi selesai pada Mei 2026, pertumbuhan nasabah rata-rata melebihi 200 ribu per bulan.
Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 22 persen yoy hingga Rp 393 triliun, dengan kontribusi kuat dari Current Account Saving Account (CASA) yang mencapai Rp 238 triliun. Struktur pendanaan yang optimal menekan Cost of Fund (CoF) menjadi 2,19 persen. Total aset BSI mencapai Rp 464,5 triliun, tumbuh 16 persen secara tahunan. Pembiayaan tercatat tumbuh di berbagai segmen, termasuk wholesale sebesar Rp 95 triliun, ritel dan UMKM sebesar Rp 55,83 triliun, serta konsumer sebesar Rp 189,25 triliun.
Di sisi lain, pendapatan berbasis komisi atau Fee Based Income (FBI) tumbuh 38,15 persen menjadi Rp 4,1 triliun. Rasio Non Performing Financing (NPF) tetap terjaga rendah dengan gross sebesar 1,80 persen dan net sebesar 0,33 persen. Penguatan bisnis emas juga mendukung pertumbuhan, dengan 1,22 juta nasabah emas, 7,69 juta nasabah haji, dan lebih dari 585 ribu merchant QRIS. BSI terus fokus mengembangkan layanan digital yang relevan dan terintegrasi untuk meningkatkan nilai bagi nasabah.
Bagikan
Berita terkait
Oona Insurance (ABDA) Catat Pertumbuhan Premi 40%
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.05
6 Aplikasi Notulen Rapat AI Terbaik dan Akurat
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 18.23
Menhan Sjafrie Dorong Transfer Teknologi Pertahanan dari China ke Indonesia
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 18.22
Laba Bersih BSI Tumbuh Double Digit, Kuartal II 2026 capai Rp 4,16 Triliun
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 18.17