Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Laba Bersih United Tractors Capai Rp 956 M pada Semester I 2026, Anjlok 88%

PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan laba bersih Rp 956 miliar pada Semester I 2026, mengalami penurunan sebesar 88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 8,13 triliun. Penurunan ini terjadi seiring dengan penurunan pendapatan bersih sebesar 15% dari Rp 68,53 triliun menjadi Rp 58,29 triliun. United Tractors juga melaporkan laba bersih sebelum non-recurring items sebesar Rp 4,26 triliun, turun 48% dari Rp 8,2 triliun pada Semester I 2025. Penurunan kinerja ini dipengaruhi oleh penjualan emas yang lebih rendah di PT Agincourt Resources dan penurunan kinerja pada segmen Alat Berat serta Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi.

Sebagai tambahan, United Tractors mencatatkan non-recurring items sebesar Rp 3,3 triliun yang terutama berasal dari penurunan nilai atas Supreme Geothermal Energy dan pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan terkait Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di Tambang Nikel Stargate. Dari sisi operasional, penjualan alat berat Komatsu hingga Juli 2026 turun 23% menjadi 2.393 unit, sementara penjualan big machine di sektor pertambangan mengalami penurunan 49% menjadi 405 unit yang dipengaruhi oleh alokasi RKAB batu bara nasional yang lebih rendah.

Meskipun demikian, segmen Kontraktor Penambangan masih mencatatkan pertumbuhan dengan pendapatan bersih naik 4% menjadi Rp 27,2 triliun yang didorong oleh penguatan kurs dolar AS. Di sisi lain, pendapatan pada segmen emas dan mineral lainnya turun 66% menjadi Rp 2,4 triliun akibat penurunan penjualan emas sebesar 82%. Pada 30 Juni 2026, United Tractors mencatatkan utang bersih Rp 9,4 triliun dengan rasio gearing 8,5%, berubah dari kas bersih Rp 7,7 triliun pada 31 Desember 2025.

Berita terkait