Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Lamine Yamal Bongkar Masalah Sepakbola Modern: Makin Rapi tapi Kehilangan Kesenangan

Lamine Yamal, bintang muda Barcelona dan Spanyol berusia 17 tahun, menyuarakan kekhawatirannya terhadap arah perkembangan sepakbola modern yang semakin mengutamakan sistem, struktur, dan efisiensi hingga mengorbankan kesenangan bermain. Dalam wawancara dengan The Guardian, Yamal menekankan bahwa ia lebih menikmati sepakbola ketika bisa menggiring bola, melakukan satu atau dua sentuhan, serta memberi kesempatan rekan setim untuk mencetak gol. Ia menolak bermain demi statistik individu atau hasil akhir semata, melainkan ingin tetap bermain dengan kreativitas dan keberanian melewati satu hingga tiga pemain lawan meski berisiko kehilangan bola. Yamal yang tumbuh di lingkungan sepakbola jalanan di Rocafonda sebelum menimba ilmu di akademi La Masia, menggabungkan pengalaman bebas kreatifitas dengan pemahaman taktik formal. Pencapaiannya yang mengesankan termasuk menjadi juara Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia 2026 bersama Spanyol, serta tiga kali LaLiga, satu Copa del Rey, dan dua Piala Super Spanyol bersama Barcelona, justru tidak membuatnya terjebak pada hasil dan trofi. Baginya, sepakbola harus tetap menghibur bagi pemain, rekan setim, dan penonton. Pandangan Yamal mencerminkan perdebatan luas di dunia sepakbola mengenai keseimbangan antara efisiensi taktik dan kreativitas individual. Sementara banyak tim dan pemain semakin bergantung pada analisis data dan keputusan terpusat, Yamal justru mengusung kembali nilai-nilai spontanitas dan kesenangan yang selama ini terpinggirkan oleh profesionalisme berlebih.

Berita terkait