Lebih Lunak ke Xi Jinping, Trump Izinkan Produsen China Bangun Pabrik Mobil di AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdebatan soal masuknya kendaraan asal China ke pasar Amerika Serikat kembali mendapat perhatian. Aliansi bagi Inovasi Otomotif (AAI), yang mewakili produsen seperti GM, Ford, Toyota, dan lainnya, mendesak Kongres melarang kendaraan, perangkat lunak, dan perangkat keras otomotif buatan China sebelum akhir sesi Kongres ini. John Bozzella, presiden AAI, menyampaikan kekhawatiran terhadap ekspansi agresif produsen China, khususnya di sektor kendaraan listrik, yang dinilai perlu ditangkal dengan kebijakan yang memiliki kekuatan hukum.
Di sisi lain, Donald Trump menyatakan tidak keberatan jika produsen China membangun pabrik di AS, asalkan produksinya melibatkan tenaga kerja lokal. Ia membandingkan hal ini dengan pengalaman produsen Jepang yang telah berhasil memasangkan operasional di AS. Namun, Trump menegaskan bahwa larangan terhadap impor kendaraan China tetap berlaku, termasuk dengan penerapan tarif melebihi 100 persen yang diberlakukan sejak awal 2025.
Tetapi, beberapa anggota parlemen menyuarakan kekhawatiran. Senator Elissa Slotkin khawatir rencana pembangunan pabrik China di AS dapat berdampak negatif pada industri otomotif lokal. AAI tetap mendesarkan Kongres untuk menetapkan larangan permanen terhadap produk otomotif China, mengingat dugaan subsidi yang diterima produsen China serta integrasi teknologi terhubung dalam kendaraannya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 09.15
Presiden Bilang Orang yang Menentangnya Pasti Antek Asing
Berita terkait
Dunia Bersiap Hadapi Petaka Besar, Presiden Malah Bilang Begini
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 15.15
Trump Tolak Kekhawatiran AI, Tak Mau AS Kalah dari China
Detik.com · 14 September 2026 pukul 10.15
Trump Buka Pintu bagi Pabrik Mobil China di Amerika
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 15.24
Pemerintahan Trump kecam Ford atas kerja sama bisnis dengan China
ANTARA News · 12 September 2026 pukul 06.59