Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Lima Jilid Sejarah Indonesia Diluncurkan, Kementerian Kebudayaan Tegaskan Bebas Intervensi Pemerintah

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia meluncurkan lima jilid pertama seri buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" pada Senin, 31 Agustus 2026. Peluncuran ini menandai akhir penantian hampir dua dekade akan pemutakhiran sejarah nasional Indonesia. Pemerintah menegaskan perannya hanya sebagai fasilitator, tanpa terlibat dalam penyusunan materi, penentuan narasi, atau intervensi terhadap sudut pandang sejarah. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa seluruh substansi, metodologi, dan narasi buku diserahkan sepenuhnya kepada para sejarawan, dengan prinsip kebebasan akademik penuh. Dalam proses penyusunan, tidak satu pun naskah yang diubah oleh pemerintah, menekankan komitmen terhadap integritas ilmiah dan objektivitas hasil penelitian.

Penyusunan lima jilid pertama melibatkan 123 sejarawan dan akademisi dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga penelitian independen di seluruh Indonesia. Partisipasi akademisi dari berbagai daerah dan lembaga ini bertujuan mencegah dominasi narasi tunggal dan bias kepentingan politik. Editor Umum Tim Penyusun, Singgih Tri Sulistiyono, menjelaskan bahwa jaminan independensi dari negara memberikan ruang bagi para peneliti untuk menyusun narasi yang Indonesia-sentris dengan metodologi ilmu pengetahuan mutakhir. Buku ini tidak disusun untuk menjejalkan hafalan dogmatis, melainkan untuk menggambarkan perjalanan Nusantara sebagai bagian dari panggung peradaban yang aktif dalam arus sejarah dunia.

Lima jilid pertama yang diterbitkan fokus pada babak awal perjalanan Nusantara, mulai dari era praaksara, perkembangan kebudayaan maritim, interaksi dengan peradaban Timur Tengah dan Asia, hingga dinamika sosial-politik pada abad ke-19. Untuk memastikan transparansi dan aksesibilitas publik, seluruh berkas digital buku tersebut dapat diunduh secara gratis melalui portal resmi pustakabudaya.id.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait