Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Limbah Plastik Jadi Kaki Palsu, BWC: Sustainability untuk Kemanusiaan

Sampah kemasan makanan ringan berbahan multi-layered plastic (MLP) yang sulit didaur ulang kini mendapatkan 'kehidupan kedua' di Bali melalui inovasi Bali Waste Cycle (BWC). Dalam kolaborasi dengan PepsiCo Indonesia dan pemerintah daerah, BWC mengembangkan pemanfaatan material plastik ini menjadi papan nama, penunjuk jalan, hingga kaki palsu. Salah satu contoh pemanfaatannya dapat ditemui di Taman Kota Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar. Direktur BWC, Olivia Anastasia Padang, menekankan bahwa pemanfaatan sampah harus berkelanjutan dengan menciptakan nilai ekonomi dan sosial agar tidak kembali menjadi residu.

Program ini tidak hanya fokus pada produk akhir, tetapi juga membangun kemampuan pengelolaan sampah lokal. BWC bekerja sama dengan TPS 3R Eka Pancaguna Buana Lestari untuk melakukan optimalisasi peralatan dan memberikan pelatihan produksi. Dengan demikian, pengelola TPS 3R diharapkan dapat memproduksi papan berbahan material hasil pengolahan sampah secara mandiri.

Inovasi ini membuka peluang baru dalam melihat sampah sebagai sumber nilai. Material pascakonsumsi tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial seperti mendukung pembuatan kaki palsu. Olivia berharap inisiatif ini menjadi awal industri kreatif berbasis pengelolaan sampah di Denpasar dan Bali, menciptakan permintaan baru terhadap produk berbahan material pascakonsumsi.

Berita terkait