Listrik Masuk Desa, Peluang Ekonomi Baru Mulai Tumbuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Elektrifikasi perdesaan meningkatkan ekonomi warga melalui perluasan jam usaha dan kapasitas produksi. Contoh nyata terlihat di Desa Noemuke, NTT, di mana usaha minuman dingin meningkatkan omzet dari Rp300 ribu menjadi Rp1 juta per bulan. Di Tomohon, Sulawesi Utara, pencahayaan tanaman meningkatkan omzet panen Kelompok Tani Kala Lili dari Rp5 juta menjadi Rp15 juta per bulan hingga menembus pasar ekspor Singapura.
Pemerintah menargetkan elektrifikasi di 10.068 lokasi mencakup 770 ribu rumah tangga dan 8.561 desa dengan anggaran APBN Rp61,6 triliun. Hingga Agustus 2026, realisasi mencapai 15 persen atau 1.516 lokasi. Muhammad Qodari dari Bakom RI menekankan bahwa optimalisasi ekonomi desa memerlukan dukungan tambahan berupa infrastruktur jalan, akses pasar, lembaga keuangan, dan telekomunikasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 16 September 2026 pukul 20.45
Pemerintah Siapkan Rp 61,65 T untuk Bangun Akses Listrik di 10.068 Lokasi
Berita terkait
Target Rasio Elektrifikasi 100 Persen: Pemerintah Kejar Desa tanpa Listrik hingga 2029
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.05
Wamen ESDM: 10.068 Desa Belum Teraliri Listrik, Target Tuntas 2029
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 15.20
Siap-Siap! Prabowo Bakal Resmikan Proyek Listrik Desa Bulan Ini
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 16.20
Bahlil Lapor Prabowo Subianto, Listrik 1.400 Desa Siap Diresmikan
Liputan6.com · 28 Juli 2026 pukul 17.00