Literasi Finansial Gen Z Tinggi, tapi Belum Tentu Siap Hadapi Risiko
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Generasi Z Indonesia (usia 18-25 tahun) mencatat tingkat literasi finansial sebesar 73,22 persen, menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan 2025. Kelompok ini juga merupakan salah satu yang paling aktif mencari sumber pendapatan alternatif. Namun, tingginya literasi keuangan belum otomatis membuat Gen Z siap menghadapi risiko seperti ketidakpastian pendapatan, risiko kesehatan, dan kebutuhan finansial jangka panjang. Tantangan utama adalah pola penghasilan yang semakin beragam namun belum tentu stabil, sehingga sebagian produk keuangan dan perlindungan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan mereka.
Menurut Rizki Ramdhani, Assistant Manager of External Communications Prudential Indonesia, akses informasi dan layanan keuangan yang semakin luas di era digital perlu diimbangi dengan kemampuan memahami manfaat, risiko, dan kesesuaian setiap keputusan finansial. Kunci utamanya bukan hanya seberapa banyak anak muda memahami produk keuangan, tetapi apakah pengetahuan tersebut sudah diterjemahkan menjadi keputusan yang tepat sesuai kemampuan dan kebutuhan mereka. Isu ini dibahas dalam Smart Financial Day, sesi literasi keuangan bagi generasi muda yang digelar Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam rangkaian Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya.
Bagikan
Berita terkait
MNC University Gelar Webinar 'Beyond Smart' Bersama MNC Sekuritas untuk Dorong Literasi Finansial Gen Z
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 14.00
Novel Leiden Bercerita Sejarah dan Misteri Harta Karun Belanda, Gen Z Harus Baca
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 17.54
Sasar Gen Z, Hanura Dorong Isu Lapangan Kerja dan Pendidikan
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 20.33
BNI Hadirkan wondrZ, Tabungan Anak dan Remaja untuk Belajar Kelola Keuangan Sejak Dini
VOI · 23 Agustus 2026 pukul 12.30