Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Mahasiswa UGM Bikin Mesin Pembuat Pelet Ikan Berbasis AI

Tim mahasiswa UGM berhasil mengembangkan PelletQ-AI, mesin pembuat pelet ikan berbasis AI yang ditujukan untuk membantu pembudidaya lele di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman. Inovasi ini dikembangkan untuk menjawab masalah kenaikan harga pakan komersial yang mencapai Rp 250.000 per sak dan menyumbang 60-70% biaya operasional budidaya. Dengan sistem ini, pembudidaya dapat mengunggah data bahan baku lokal dan harga melalui platform app.pelletqai.com, sehingga dapat meracik formulasi nutrisi secara mandiri dan mengurangi ketergantungan pada pakan olahan pabrik yang mahal.

PelletQ-AI menggabungkan platform digital, kecerdasan buatan, dan mesin ekstrusi otomatis untuk menyelesaikan proses produksi pelet ikan secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Sistem ini memungkinkan pembudidaya untuk memanufaktur pelet ikan sesuai kebutuhan dengan biaya yang lebih terjangkau, sekaligus meningkatkan kontrol atas kualitas dan komposisi pakan.

Keuntungan utama PelletQ-AI adalah kemampuannya untuk mengoptimalkan biaya produksi dengan memberikan solusi lokal yang berkelanjutan. Dengan tidak perlu mengandalkan pakan impor atau pabrik besar, pembudidaya lokal dapat meningkatkan margin keuntungan meskipun harga jual lele di pasar relatif stagnan.

Berita terkait