Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mau Genjot Kendaraan Listrik, Prabowo Ungkap RI Impor BBM Rp 500 T per Tahun

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia perlu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) yang mencapai Rp537 triliun per tahun atau setara dengan US$30 miliar. Pengurangan impor BBM ini dilakukan melalui pengembangan kendaraan listrik secara masif, termasuk motor, mobil, bus, dan traktor listrik. Prabowo menekankan pentingnya beralih ke energi listrik sebagai energi utama untuk mencapai kemandirian energi dan kesejahteraan masyarakat.

Selain pengembangan kendaraan listrik, pemerintah juga mengembangkan substitusi BBM dengan bahan baku nabati seperti biosolar B50 yang sudah diterapkan sejak Juli 2026. Indonesia juga sedang mengganti penggunaan LPG yang banyak diimpor dengan gas alam (CNG) untuk kebutuhan rumah tangga.

Di sektor kelistrikan, pemerintah berupaya mengganti pembangkit listrik diesel dengan energi terbarukan, termasuk proyek pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt. Tahun 2026 ini, target terpasangnya kapasitas surya mencapai 30 gigawatt, sementara PLN ditargetkan menghentikan pembangkit diesel sebesar 13 gigawatt. Prabowo juga menyebutkan penelitian hidrogen alam sebagai salah satu sumber energi alternatif yang sangat menjanjikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait