Menaker Andalkan Pemagangan dan Pelatihan Vokasi atasi Job Mismatch Imbas AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan otomasi berdampak pada perubahan cepat kebutuhan keterampilan di dunia industri. Perubahan ini memicu tantangan job mismatch, yaitu ketidaksesuaian antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri, yang merupakan masalah global bukan hanya di Indonesia. Yassierli menekankan pentingnya penyesuaian institusi pendidikan dan kebijakan pemerintah agar tetap relevan dengan dinamika industri yang terus berubah akibat disrupsi teknologi.
Untuk mengatasi job mismatch, pemerintah menghadirkan program pemagangan dan pelatihan vokasi nasional. Program pemagangan nasional ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi, sementara pelatihan vokasi nasional menyasar lulusan SMA dan SMK. Tujuannya adalah meningkatkan kesiapan tenaga kerja sebelum memasuki dunia kerja agar kompetensinya sesuai dengan kebutuhan pasar. Namun, Yassierli mengakui bahwa program yang ada saat ini belum mencakup seluruh angkatan kerja baru.
Yassierli menegaskan bahwa job mismatch sudah lama menjadi tantangan yang dihadapi hampir seluruh negara, terutama ketika industri mengalami perubahan terkait proses produksi dan dampak disruptif dari AI serta otomasi. Oleh karena itu, kebijakan seperti pemagangan nasional dan pelatihan vokasi diharapkan dapat menjadi jembatan antara pendidikan dan kebutuhan industri agar tenaga kerja lebih siap dan relevan.
Bagikan
Berita terkait
Wamenaker: Anak Muda Tak Perlu Takut AI, Jadikan Alat untuk Permudah Pekerjaan
JawaPos · 30 Agustus 2026 pukul 07.17
Dukung Anak Muda Hadapi Era AI, Kemnaker Sediakan Pelatihan Vokasi
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 14.00
ABB Bedah Peluang Adopsi AI bagi Industri Kertas dan Mineral Indonesia
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 07.30
Pekerja Muda di Korsel Terdampak AI, Sektor IT Paling Banyak
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 17.59