Menaker Buka Suara soal Skill Nggak Sesuai Kebutuhan Bikin Sulit Cari Kerja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Ketenagakerjaan Yasierli menyatakan bahwa ketidaksesuaian kualifikasi (skill mismatch) antara kemampuan angkatan kerja dan kebutuhan industri bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi merupakan tantangan global yang diperparah oleh cepatnya perubahan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan otomasi. Menurutnya, institusi pendidikan dan pemerintah perlu terus beradaptasi agar jurang ini dapat diminimalkan.
Untuk menanggapi hal tersebut, pemerintah meluncurkan program prioritas berupa Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi Nasional. Magang Nasional ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi dengan target 150.000 orang, sementara Pelatihan Vokasi ditujukan bagi lulusan SMA dan SMK dengan target 270.000 orang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan memberikan pengalaman kerja yang relevan bagi peserta.
Yasierli menyampaikan bahwa hasil evaluasi sementara menunjukkan perkembangan yang positif. Pemerintah tetap berkomitmen untuk terus memperbaiki dan memperluas program ini guna meningkatkan peluang penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 2 September 2026 pukul 20.00
Target 3,49 Juta Lapangan Kerja 2027, Menaker Genjot Pemagangan dan Vokasi Nasional
Berita terkait
Airlangga: Peningkatan produktivitas pacu pertumbuhan enam persen
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 22.11
Kuota 150 Ribu Orang, Program Magang Nasional Angkatan 2 Dibuka Bertahap
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 14.00
Pendaftar Magang Nasional Tembus 732 Ribu Orang, Hanya 46 Ribu yang Diterima
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 10.06
Menaker Targetkan 270 Ribu Peserta Pelatihan Vokasi dan 50 Ribu Magang
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 21.55