Mengapa Debu Vulkanik Sangat Ditakuti Pilot? Ini Bahayanya bagi Pesawat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Debu vulkanik mengandung partikel kaca, kristal mineral, dan batuan halus berukuran sangat kecil yang melayang di udara. Ketika terisim ke mesin jet, debu dengan kandungan silika (titik leleh 1100°C) dapat meleleh di ruang bakar (suhu >1400°C), meregangkan pada turbin yang lebih dingin, membeku, dan menempel pada bilah-bilah turbin. Akumulasi ini dapat mengganggu aliran udara, merusak aerodinamika, dan menyebabkan flameout (padamnya pembakaran). Selain itu, debu sangat abrasif dapat mengikis kaca kokpit (sandblasting effect) dan menyumbat tabung pitot yang mengukur kecepatan pesawat. Karena tidak ada filter fisik khusus di saluran mesin, pesawat bergantung pada prosedur darurat seperti mengubah arah penerbangan dan menurunkan daya mesin ke idle untuk mengurangi suhu. Radar cuaca standar tidak selalu mendeteksi awan debu vulkanik karena bersifat kering, sehingga otoritas penerbangan mengandalkan VAAC (Volcanic Ash Advisory Center) untuk pemantauan dan peringatan dini. Prinsip keselamatan: menghindar, bukan mencoba melewati awan abu.
Bagikan
Berita terkait
Pesawat Aerosport yang Jatuh di Blora Terbang dari Pangandaran
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 02.30
Dampak Anak Krakatau Erupsi, Perguruan Tinggi Terapkan Pembelajaran Hibrid
JawaPos · 6 September 2026 pukul 21.15
Kenapa Debu Vulkanik Berbahaya untuk Pesawat Terbang? Ini Penjelasan Teknisnya
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 20.01
Kampus Terdampak Letusan Anak Krakatau Diimbau Terapkan PJJ
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 17.40