Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Mengapa Debu Vulkanik Sangat Ditakuti Pilot? Ini Bahayanya bagi Pesawat

Debu vulkanik mengandung partikel kaca, kristal mineral, dan batuan halus berukuran sangat kecil yang melayang di udara. Ketika terisim ke mesin jet, debu dengan kandungan silika (titik leleh 1100°C) dapat meleleh di ruang bakar (suhu >1400°C), meregangkan pada turbin yang lebih dingin, membeku, dan menempel pada bilah-bilah turbin. Akumulasi ini dapat mengganggu aliran udara, merusak aerodinamika, dan menyebabkan flameout (padamnya pembakaran). Selain itu, debu sangat abrasif dapat mengikis kaca kokpit (sandblasting effect) dan menyumbat tabung pitot yang mengukur kecepatan pesawat. Karena tidak ada filter fisik khusus di saluran mesin, pesawat bergantung pada prosedur darurat seperti mengubah arah penerbangan dan menurunkan daya mesin ke idle untuk mengurangi suhu. Radar cuaca standar tidak selalu mendeteksi awan debu vulkanik karena bersifat kering, sehingga otoritas penerbangan mengandalkan VAAC (Volcanic Ash Advisory Center) untuk pemantauan dan peringatan dini. Prinsip keselamatan: menghindar, bukan mencoba melewati awan abu.

Berita terkait