Mengapa Pahlawan Terbesar Justru Tidak Pernah Terlihat?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel menjelaskan paradoks pencegahan menurut Nassim Nicholas Taleb dan Rolf Dobelli: keberhasilan upaya pencegahan justru sulit dikenali karena tidak menimbulkan bukti nyata. Contoh konkritnya adalah skenario sebelum 11 September 2001, di mana jika penguatan pintu kokpit diterapkan lebih awal, serangan pun tidak akan terjadi. Namun, karena tidak terjadi, upaya pencegahan itu tidak akan pernah dihargapiai. Tragedi 9/11 yang menewaskan hampir 3.000 orang baru membuat dunia menyadari pentingnya pengamanan penerbangan, termasuk penguatan pintu kokpit yang kemudian diwajibkan.
Paradoks ini juga berlaku dalam organisasi dan kehidupan sehari-hari. Media cenderung melaporkan bencana seperti pesawat jatuh atau bank bangkrut, tetapi tidak menyoroti pencegahan yang berhasil seperti pesawat yang mendarat dengan selamat atau sistem yang dirancang agar masalah tidak muncul. Akibatnya, pahlawan pencegahan seringkali tidak mendapat pengakuan setara dengan pahlawan krisis. Orang cenderung menghargai penyelamat yang muncul saat gedung sudah terbakar, bukan insinyer yang mencegah api tidak pernah muncul.
Artikel menekankan pentingnya mengubah perspektif: jangan hanya menghitung krisis yang berhasil diselesaikan, tetapi juga menghargai upaya yang mencegah krisis tidak pernah terjadi. Organisasi dan masyarakat perlu belajar menghargai pencegahan melalui audit, pemeliharaan, dan perencanaan risiko. Karena di balik ketenangan dan keadaan yang tak terjadi, mungkin seseorang telah bekerja dengan sangat baik untuk menyelamatkan kita dari bencana.
Bagikan
Berita terkait
Dihadiri 31 Cabang, Mubes HKPW Jadi Wadah Silaturahmi & Memajukan Organisasi
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 09.34
Kabut Asap, Dua Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat di Jambi
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 17.20
Munas III PERMABUDHI Hadirkan Delegasi 36 Provinsi di Jakarta
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 20.23
Muktamar NU Digelar 27-31 Agustus 2026, Gus Yahya Pastikan Kesiapan
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.48