Menperin Ingatkan BUMN: Bisnis Hari Ini Belum Tentu Relevan 10 Tahun Lagi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengingatkan para calon pemimpin BUMN agar tidak terlena dengan keberhasilan bisnis saat ini. Dalam pelatihan Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Kodiklat TNI, ia menekankan bahwa perubahan global yang cepat dapat membuat model bisnis yang relevan hari ini kehilangan daya saing dalam 5-10 tahun mendatang. Menurutnya, kemampuan membaca perubahan menjadi kompetensi penting, karena faktor seperti geopolitik, geoekonomi, teknologi, dan rantai pasok global dapat memengaruhi bisnis secara tiba-tiba. Ia menegaskan bahwa aset besar, jumlah karyawan, dan keberhasilan masa lalu tidak menjamin keberlangsungan bisnis di masa depan.
Agus menjelaskan bahwa lingkungan bisnis kini menghadirkan tantangan yang lebih kompleks, termasuk compound risks seperti fluktuasi nilai tukar, kenaikan harga energi, penurunan permintaan, gangguan supply chain, serangan siber, dan perubahan regulasi yang terjadi bersamaan. Oleh karena itu, pola pikir business as usual tidak lagi memadai; pemimpin perlu mengantisipasi perubahan dan mengambil keputusan sebelum risiko tersebut mempengaruhi bisnis.
Di sisi lain, ia menegaskan peran strategis BUMN dalam perekonomian dan industrialisasi nasional. BUMN perlu tidak hanya menjadi pemilik aset tetapi juga pembangun kapabilitas nasional melalui penguatan rantai nilai, hilirisasi sumber daya, dan dukungan terhadap industri kecil dan menengah. Pada kuartal II 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen, berkontribusi 16,83 persen pada PDB atau sekitar Rp1.102,88 triliun, dengan ekspor mencapai US$115,50 miliar hingga Juni 2026.
Bagikan
Berita terkait
Mesin Uang Baru China Bernilai Rp 3.000 Triliun, Amerika Minggir Dulu
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.15
UK Petra & Ubaya Kumpulkan 25 Pimpinan Kampus, Bahas Kepemimpinan-Ketahanan Finansial
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 07.00
SDM Unggul Jadi Investasi Strategis untuk Indonesia Emas
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 10.37
Perkuat Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Kebut Kebijakan Prioritas Presiden
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 15.41