Menperin Ungkap Pembiayaan buat Startup Turun hingga Rp 6,09 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengumumkan bahwa pendanaan startup nasional pada tahun 2025 turun drastis menjadi US$355 juta (≈Rp6,09 triliun), turun 49% dari tahun 2024 (US$695 juta, ≈Rp12,45 triliun). Angka ini jauh dari puncak investasi pada tahun 2021 yang mencapai US$7 miliar (≈Rp125,39 triliun). Data Indonesia Startup Report 2026 menunjukkan penurunan tersebut, sementara DealStreetAsia mencatat bahwa Indonesia hanya menyumbang 6,3% dari total pendanaan startup di Asia Tenggara (≈US$0,34 miliar dari 66 transaksi), dibandingkan dengan Singapura yang memimpin dengan US$4,20 miliar dari 283 transaksi. Di tingkat global, pendanaan pada paruh pertama tahun 2026 mencapai rekor US$510 miliar (Crunchbase), namun startup Indonesia hanya memperoleh kurang dari 0,1% dari total tersebut dalam satu tahun penuh. Agus menilai hal ini sebagai peluang untuk meningkatkan kelayakan bisnis agar lebih menarik bagi investor, bukan sebagai kabar buruk, dan menyerukan agar ekosistem menghasilkan lebih banyak startup yang layak dibiayai.
Bagikan
Berita terkait
IKM Fesyen dan Kriya Didorong Naik Kelas Lewat Pendampingan Bisnis
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 10.00
Insentif Motor Listrik Rp 5 Juta Masih Tunggu Purbaya
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 08.00
Menperin Sebut Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Bisa Cair Setelah PMK Terbit
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 14.30
Menperin Fokus Industrialisasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2027
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 14.28