Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menteri BUMN Era Megawati Laksamana Sukardi Soroti Defisit RAPBN 2027 dan Risiko Ekonomi

Laksamana Sukardi, mantan Menteri BUMN di era Presiden Megawati, menyoroti target defisit RAPBN 2027 sebesar 2,4 persen dari PDB. Menurutnya, pencapaian target ini sangat bergantung pada asumsi makroekonomi, khususnya pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Jika pertumbuhan ekonomi tidak mencapai target, PDB yang menjadi pembagi dalam perhitungan defisit tidak akan tumbuh sesuai rencana, sehingga berpotensi menyebabkan tekanan pada penerimaan negara. Sukardi menekankan bahwa APBN bukan sekadar kumpulan angka, tetapi cerminan sikap pemerintah dalam menghadapi risiko dan menentukan beban ketika anggaran terbatas. Ia menegaskan bahwa anggaran negara sebaiknya dinilai tidak hanya ketika semua asumsi berjalan sesuai rencana. RAPBN 2027 juga menargetkan inflasi 2,5 persen, nilai tukar rata-rata Rp17.500 per dolar AS, ICP sebesar USD75 per barel, dan imbal SBN 10 tahun sebesar 6,9 persen. Namun, defisit 2,4 persen dianggapnya hanya meyakinkan jika pertumbuhan ekonomi sesuai asumsi yang ditetapkan pemerintah.

Berita terkait