Menteri KP Trenggono Sebut Benoa Bali Cocoknya untuk Pariwisata, Sentra Perikanan Geser ke Jembrana
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa Pelabuhan Benoa di Bali tidak lagi layak dikembangkan sebagai pelabuhan perikanan karena potensinya lebih besar untuk sektor pariwisata, terutama dengan adanya kawasan mangrove yang dapat dikombinasikan dengan aktivitas wisata. Sebaliknya, pemerintah mengarahkan pengembangan pusat perikanan ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Jembrana, Bali. Pembangunan PPN Pengambengan dilakukan melalui proyek Integrated Fishing Port and International Fish Market Phase 1. Trenggono menekankan bahwa pelabuhan perikanan baru ini akan mengacu pada standar internasional yang lebih bersih, tertata, dan mampu mendukung perekonomian lokal. Ia juga menegaskan komitmen agar tidak terjadi masalah bau dan lingkungan seperti di beberapa pelabuhan perikanan lainnya. Selain menjadi pusat perikanan, area ini juga direncanakan menjadi ruang publik dan pusat aktivitas ekonomi baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 29 September 2026 pukul 20.29
KKP Bidik Pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara di Cilacap dan Bitung
kumparan · 29 September 2026 pukul 14.37
KKP Bakal Pindahkan Sentra Perikanan dari Benoa ke Pengambengan, Jembrana
Berita terkait
Cirebon Bakal Punya Pelabuhan Perikanan Ramah Lingkungan, Serap 8.000 Pekerja
kumparan · 18 September 2026 pukul 03.00
Menteri Trenggono Mau Pugar Lagi Pelabuhan Karangsong Indramayu
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 17.45
Potensi Ekonomi Sport Tourism Indonesia Tembus Rp 39,5 Triliun
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 20.10
Gandrung Sewu Banyuwangi Bawa Konsep Baru, Perdana Digelar Malam Hari
Detik.com · 30 September 2026 pukul 19.12