Meski Elektabilitas KDM Tinggi, Nasibnya Justru Bisa Terpelanting di 2029
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Politikus Dedi Mulyadi (KDM) di Partai Gerindra diperkirakan tidak mudah menjadi cawapres Prabowo Subianto pada Pemilu 2029 meski elektabilitasnya tinggi. Pengamat politik Hendri Satrio menyatakan posisi KDM sebagai pendatang baru di Gerindra berbeda dari kader inti Prabowo seperti Teddy, Sugiono, dan Sudaryono. Hendri menilai Prabowo lebih mempertimbangkan regenerasi politik menuju Pemilu 2034 dengan kader yang telah lama berada dalam lingkaran ideologisnya. KDM mungkin berada dalam posisi "dipangku mati" di mana ia difasilitasi tetapi ruang politik untuk naik dibatasi. Untuk meningkatkan peluang, KDM perlu membangun jaringan relawan militan di tingkat akar rumput serupa strategi Jokowi 2014.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 06.49
Reshuffle Ketujuh, PKS: Ada Pesan Persatuan dari Presiden
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 06.00
Serba-serbi Prabowo Lantik 26 Wantimpres: Ada Rocky Gerung hingga Anwar Usman
CNN Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 03.00
Jadi Wantimpres, Agum Gumelar Siap Beri Masukan ke Prabowo
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 19.17
Jadi Watimpres, Agum Gumelar Bocorkan Masukan untuk Prabowo
Berita terkait
Dasco Respons Kader Gerindra Sulsel Dorong Prabowo 2 Periode
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 07.45
Potensi Gantikan Gibran, Mayor Teddy Disebut Justru Punya Kans Dampingi Prabowo
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 07.00
Dedi Mulyadi Berpeluang Jadi Cawapres Prabowo? Begini Kalkulasi Politik Terbaru
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 15.25
Meski Elektabilitasnya Tinggi, Dedi Mulyadi Disebut Tak Berani Lawan Prabowo
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 10.30