Minat Investasi Asing Masih Tinggi di RI, Ini Buktinya!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia memiliki lebangsaan pasar saham yang belum tersentuh, dengan lebih dari 100 juta pekerja tetapi hanya sekitar 10 jumlah investor saham. Data KSEI menunjukkan bahwa hingga Agustus 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 30,30 juta, naik sekitar 49 persen dari akhir 2025. Mayoritas investor adalah ritel (99,8 persen), berasal dari dalam negeri (99,84 persen), dan lebih dari separuhnya berusia di bawah 30 tahun. Pertumbuhan ini terjadi meski arus modal asing cenderung keluar dari pasar Indonesia.
Ajaib Group berhasil mengamankan investasi strategis senilai Rp4,8 triliun (sekitar US$270 juta) dari SBI Holdings, perusahaan keuangan asal Jepang. Ini merupakan pendanaan terbesar bagi perusahaan teknologi Indonesia dalam lebih dari empat tahun terakhir. Untuk dibandingkan, total pendanaan startup Indonesia hanya mencapai US$340 juta pada 2025, artinya satu putaran pendanaan Ajaib setara 80 persen dari seluruh pendanaan startup Indonesia tahun itu.
Dengan pendanaan ini, total modal yang dihimpun Ajaib sejak didirikan melebihi US$500 juta. Saat ini, lebih dari 6 juta pengguna berinvestasi melalui platform Ajaib, kebanyakan adalah investor ritel pemula dari kota-kota kedua dan ketiga. CEO Ajaib, Anderson Sumarli, menekankan bahwa kepercayaan investor asing berasal dari kepercayaan masyarakat Indonesia pada pasar sendiri, bukan hanya pada perusahaan. Investasi ini diharapkan menjadi pemicu lebih banyak investasi global ke Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Ajaib Dapat Rp4,8 Triliun dari Jepang Saat Startup RI Kering Investasi
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 14.05
Asing Mulai Balik ke SBN dan Saham Bikin Rupiah Makin Strong
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.10
Fintech Lending Days 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Pindar dan Dukung Pertumbuhan UMKM Bali
JawaPos · 23 Agustus 2026 pukul 13.47
IHSG Melesat 1,93%, Tapi Asing Masih Kabur Rp70,64 Triliun
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 19.07