Minyak Jelantah Program MBG Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529038/original/075247700_1773304187-PT_Pertamina_Patra_Niaga__memberikan_penyesuaian_harga_khusus_avtur-12_Maret_2026b.jpeg)
Pertamina melalui Kilang Unit IV Cilacap mengolah minyak jelantah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF). Pengumpulan UCO dilakukan lewat skema BtoB dari SPPG, KDMP, hotel, restoran, serta Gapulimgi dengan potensi pasokan 240-300 ribu ton per tahun. Masyarakat juga dapat menjual jelantah rumah tangga dengan harga Rp6.000 per liter melalui skema BtoC. Produksi SAF pertama di Indonesia berjalan sejak Juli-Agustus 2025, telah memperoleh sertifikasi ISCC dan menyuplai Bandara Soekarno-Hatta serta Ngurah Rai Bali.
Bagikan
Berita terkait
Lewat SAF, Pertamina Kenalkan Transisi Energi Kepada Anak Muda
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 20.38
Begini Cara Pertamina Kenalkan Transisi Energi Kepada Anak Muda di IdeaFest 2026
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 19.21
Kenalkan Transisi Energi ke Anak Muda di IdeaFest, Pertamina Olah Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat
JawaPos · 5 September 2026 pukul 17.15
Pertamina Bawa Inovasi Minyak Jelantah SAF di IdeaFest 2026
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 16.47