Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Misteri Sumitro vs Soemitro Pembimbing Skripsi Jokowi Terpecahkan, UGM: Itu Orang yang...

Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Sigit Sunarta, memastikan bahwa dosen pembimbing skripsi Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah satu orang, yakni Dr. Ir. Ahmad Sumitro. Perbedaan ejaan antara 'Sumitro' dan 'Soemitro' yang muncul dalam dokumen berkembang adalah hal biasa pada masa kuliah Jokowi (1980–1985), terutama terkait variasi ejaan bahasa Indonesia pada masa itu. Sigit menjelaskan bahwa Ahmad Sumitro/Soemitro memang menggunakan kedua ejaan tersebut secara bergantian dalam dokumen resmi, termasuk Surat Keputusan Menteri untuk pengangkatannya sebagai dekan. Oleh karena itu, kedua nama tersebut merujuk pada satu dan sama orang.

Isu ini kembali mencuat setelah nama Ahmad Sumitro/Soemitro disebutkan dalam surat dakwaan terkait kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Jokowi. Beberapa pihak, termasuk pakar telematika Roy Suryo, menyoroti ketidaksesuaian ejaan dan tanda tangan pada dokumen skripsi. Namun, klarifikasi dari UGM menegaskan bahwa tidak ada dua orang pembimbing berbeda, melainkan satu orang yang ejaannya bervariasi.

UGM menegaskan bahwa dokumen resmi yang ada, baik menggunakan ejaan 'Sumitro' maupun 'Soemitro', sah dan sama-sama ditandatangani oleh Ahmad Sumitro. Hal ini menutup spekulasi mengenai adanya dua dosen pembimbing skripsi yang berbeda dalam kasus ijazah Jokowi.

Berita terkait