Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Mixue Punya 2.000 Gerai di Indonesia, Kini Fokus Profit Tiap Toko

Jaringan waralaba F&B asal China, Mixue, kini fokus pada profitabilitas per gerai di Indonesia setelah berhasil mengembangkan jaringan hingga sekitar 2.000 gerai. Menurut Bing Shikuan, Vice President Mixue Indonesia, pertumbuhan ke depan tidak lagi hanya mengedepankan penambahan jumlah toko, tetapi juga memastikan setiap lokasi mampu menghasilkan keuntungan. Beberapa gerai yang ditutup dilakukan sebagai bagian dari strategi pemindahan ke lokasi dengan potensi pelanggan lebari. Indonesia tetap menjadi pasar terbesar kedua Mixue setelah China, dengan lebih dari 1.400 mitra waralaba dan menyerap lebih dari 12.800 tenaga kerja, 96% di antaranya warga lokal.

Secara global, Mixue telah memiliki sekitar 65.000 gerai di 17 negara hingga Juni 2026, dengan mayoritas berada di China. Di Indonesia, perusahaan masih membuka peluang hingga 3.000 gerai, namun dengan memperhatikan kualitas lokasi dan kinerja setiap gerai. Rantai pasok menjadi faktor kunci keberlanjutan bisnis, sehingga Mixue memperkuat sistem gudang dan distribusi nasional. Sebagian besar bahan baku masih berasal dari pabrik pusat di Zhengzhou, China, namun perusahaan sedang merencanakan pembangunan pabrik lokal di Indonesia untuk memanfaatkan bahan baku lokal seperti kopi dan buah-buahan.

Strategi Mixue di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan penambahan gerai, tetapi juga oleh kemampuan setiap lokasi mencetak kinerja bisnis, efisiensi rantai pasok, dan keberlanjutan usaha mitra franchise. Sistem cold chain juga diterapkan untuk menjaga kualitas bahan baku selama penyimpanan dan distribusi, sekaligus mendukung harga produk yang terjangkau.

Berita terkait