Mobil Baru Makin Laris, ASLC Intip Cuan dari Pasar Mobil Bekas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengoptimalkan peluang di pasar mobil bekas seiring pemulihan penjualan mobil baru di Indonesia. Pertumbuhan penjualan mobil baru diproyeksikan akan meningkatkan pasokan kendaraan bekas, karena para konsumen yang membeli mobil baru cenderung menjual kendaraan lama mereka. Presiden Direksi ASLC, Jany Candra, menyatakan bahwa tren ini memberikan sinyal positif bagi bisnis mobil bekas ke depan.
ASLC memperkuat ekosistem mobil bekasnya melalui tiga pilar utama: lelang JBA Indonesia, platform ritel Caroline.id, dan layanan pegadaian kendaraan MotoGadai. Pada semester I-2026, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp590 miliar, naik 31,9% secara tahunan, dengan laba mencapai Rp8,9 miliar. Caroline.id menjadi kontributor terbesar dengan penjualan Rp493 miliar, lonjakan 57,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. JBA Indonesia juga membuka cabang baru di Manado pada kuartal II-2026 untuk memperluas jangkauan di Indonesia Timur.
Data Gaikindo menunjukkan pemulihan kuat pasar mobil ritel, dengan penjualan mencapai 594.984 unit pada Januari-Agustus 2026, tumbuh 13,9% dari 522.160 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Agustus 2026 sendiri, penjualan ritel mencapai 83.422 unit, naik 7,7% secara bulanan dan 25,6% secara tahunan. Total distribusi mobil (retail + wholesale) pada periode ini mencapai 599.491 unit, atau tumbuh 20,1% secara tahunan. Toyota memimpin pasar ritel dengan 172.871 unit atau pangsa 29,1%, diikuti oleh Daihatsu dan Suzuki.
Bagikan
Berita terkait
Manuver Manis Carro Garap Pasar Mobil Baru dengan Menggandeng Omoda-Jaecoo
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 16.47
Strategi Bisnis Garasi 91 Menggaet Konsumen Setia
JPNN.com · 20 September 2026 pukul 19.10
9 Rekomendasi Mobil Bekas Eropa Terbaik
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 17.45
Harga Mobil Bekas Terlalu Murah? Waspadai Modus Penipuan Segitiga
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 10.25