Modal PNM Mekaar Bantu Asra Kembangkan Sulam Kasab, Tradisi Aceh Tetap Hidup di Tengah Modernisasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353023/original/038632000_1789891743-2f8690e0-abd9-45fd-abdb-2d3c11840198.jpeg)
Asra, perempuan 63 tahun dari Kuala Baru, Aceh, telah menjaga tradisi sulam kasab sejak 1990. Ditantang modernisasi industri, ia memanfaatkan keterampilan lokal untuk menghidupkan kembali kerajinan tradisional yang semakin jarang diproduksi. Dengan proses pengerjaan yang rumit dan membutuhkan ketelitian, Asra mulai menerima pesanan dari rumah ke rumah dan berkembang menjadi usaha yang menjangkau seluruh Aceh. Namun, keterbatasan modal pada 2020 memaksa ia bergabung dengan PNM Mekaar untuk mendapatkan pembiayaan. Modal tersebut memungkinkan peningkatan kapasitas produksi, pembelian bahan dalam jumlah besar, serta pelatihan lanjutan. Usaha ini tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar serta menjaga keterampilan tradisional Aceh agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Bagikan
Berita terkait
Kemenko PM Sinergi Buka Peluang Pasar bagi Pelaku UMKM di Bogor
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 20.38
ESDM Buka Suara soal PLTP Gunung Ungaran dan Candi Gedong Songo
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 15.40
Kolintang Indonesia Tampil di Paris, Bawa Misi Diplomasi Budaya
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.41
Dari Anyaman hingga Madu, UMKM Asal Aceh Ini Didorong Naik Kelas
Detik.com · 17 September 2026 pukul 20.37